TUHAN ADALAH ANDALANKU…..

sharing

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN yang menaruh harapanya pada TUHAN !
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”.
(Yeremia 17: 7-8)

Saudara/i terkasih, pada kesempatan ini izinkanlah saya menyampaikan sebuah perumpamaan sebagaimana tertera dalam Kitab Suci (Yer 17: 7-8). Saya mempunyai sebuah cerita yang berkaitan perikop di atas. Di sebuah daerah terpencil namanya Gomora. Dan disitu ada seorang anak yang namanya Rendy. Hampir setiap malam Rendy menerima telepon dari ibunya tentang permasalahan yang terjadi di rumah. Rendy hanya dapat mendengarkan betapa beratnya kondisi keluarganya. Peristiwa itu tampaknya mempengaruhi studi Rendy. Disemester pertama Rendy mendapat peringatan karena nilai studinya anjlok. Di saat yang sama, karya tulisnya pun ditolak dan harus dibuat dari awal dengan judul yang baru. Rendy harus memulai lagi semuanya dari awal. Rendy tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya mampu menahan tangis dan kegalauan dalam hatinya. Rendy mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan dan peran-Nya. “Di mana Dia saat aku sedang bingung seperti ini”. Rendy mulai lelah dan tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Di saat itulah Rendy menyadari bahwa di luar keterbatasannya itu sesungguhnya ada kemampuan yang tak terbatas yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan. Di sanalah Rendy sadar dan meminta maaf pada Tuhan bahwa selama ini ia hanya bertanya tanpa pernah mau mendengar dan menghadirkan Tuhan dalam setiap permasalahan hidupnya.

Di akhir semester Rendy terkejut. Nilai studinya membaik dan ia berhasil masuk kelas pilihan karya tulisnya pun selesai tepat waktu permasalahan keluarganya? Masih tetap menjadi cerita, namun Rendy sudah jauh lebih siap untuk menghadapinya. Lain Rendy, lain kita, lain juga permasalahan yang dihadapi. Namun, Tuhan tetap sama dan setia selama-lamanya. Ia selalu menanti kita kembali kepadanya dan memberkati kita yang senantiasa mengandalkan Dia. Sudakah kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.

Saudara/i yang terkasih selalu menunggu kita. Dia selalu mengampuni dosa-dosa kita jika kita datang padanya. Marilah mengampuni sesama kita, sebagaimana Yesus memberikan contoh pada kita lewat perumpamaan di bawah ini:

“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”(Mat 18: 21-22).

Mengampuni orang lain yang diajukan oleh Yesus Kristus adalah pengampunan tanpa batas, 70x7x…(tak terhitug banyaknya). Bisakah kita melakukannya? Tentu saja bisa kalau kita berusaha dengan sekuat tenaga. Marilah kita melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari terutama kepada sesama kita dimana pun kita berada.
Semoga kita semua dapat melakukannya setiap hari dengan bantuah Roh Kudus. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s