Membaca Sastra Berarti Membaca Dunia

Filsafat

Satu yang menyebabkan bangsa kita kurang berkembang adalah ketidak pedulian untuk membaca Buku Sastra. Di Indonesia memang ada yang berminat untuk membaca buku tersebut tapi hanya sebagian saja. Ketika kita membaca Sastra berarti kita membaca dunia. Kita bisa mengikuti perkembangan dunia, apalagi kalau diantara kita ada yang bercita-cita untuk menjadi sastrawan/sastrawati. Kalau kita perhatikan di Negara tercinta ini, bisa dihitung dengan jari berapa orang yang pantas disebut sebagai Sastrawan/sastrawati.

Menjadi Sastrawan/sastrawati tidaklah mudah semuanya mempunyai proses tidak hanya sekali jadi (tetapi butuh waktu yang lama) seperti yang dikatakan oleh Plato semua yang ada di alam semesta ini mempunyai proses. Jadi usaha yang terus-menerus yang membuat kita semakin mantap, dan menjadi seorang penulis yang handal. Bagaimana mungkin seseorang menjasi Sastrawan atau Sastrawati kalau tidak pernah membaca buku. Masalahnya sekarang, kita masih kurang berminat untuk membaca buku apalagi membaca Sastra. Mungkin kita bertanya mengapa itu terjadi? Tentu saja jawabannya ada pada diri kita, apakah saya yang malas membaca, super sibuk sehingga tidak ada waktu untuk membaca, atau karena adanya teknologi (sehingga membaca buku tidak perlu lagi).

Saya kira itu terjadi karena malas untuk membaca, apalagi dengan adanya teknologi, itu semuanya mempermudah manusia sehingga kita kurang kreatif untuk membaca buku tersebut seutuhnya. Marilah kita mencintai buku-buku apapun (Sastra) dengan cara membaca, mengerti dan memahami isi buku tersebut, dan kita wujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari terutama dalam hal bertindak. Ada satu kalimat yang saya temukan dari sebuah buku Sastra yang mengatakan: “Kata orang membakar buku itu jahat, tetapi lebih jahat lagi kalau tidak membaca buku tersebut”.

Membaca sebenarnya menambah wawasan kita, membuat kita semakin cerdas, kritis, logis serta membuat kita semakin bertanggungjawab terhadap apapun yang kita lakukan. Melatih diri untuk membaca berarti melatih diri untuk duduk lama. Marilah menggunakan waktu yang ada untuk membaca. Bangsa-bangsa lain berkembang karena membaca buku, mengikuti perkembangan dunia. Dan tentu saja bukan hanya sekedar membaca tapi bagaimana cara untuk mencapai target yang kita cita-citakan. Apa yang diperoleh dari sebuah buku harus dipraktekkan dalam kehidupan.

Oleh : Wilhelmus Famati hia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s