Liturgi

liturgi

Apa itu liturgi ?

Liturgi adalah suatu “kegiatan” dari “Kristus paripurna [Cristus totus]”. Liturgi dirayakan oleh mereka, yang sudah berada di seberang duniatanda-tanda. Di sana liturgi merupakan persekutuan dan pesta dalam cara yang sempurna. Peranan Liturgi dalam Gereja katolik bisa menghadirkan Pribadi Yesus Kristus sendiri dalam Gereja.

 Bilamana liturgi dirayakan….

Liturgi dirayakan pada masa liturgi (Hari Raya), Hari Tuhan (Hari Minggu), Tahun Liturgi (Tahun Rahmat Tuhan), Peringatan orang kudus dalam tahun liturgi misalnya dalam menghormati Santa Maria Bunda Allah Penyelamat  dan juga liturgi dirayakan dalam Ibadat harian (Ofisi Ilahi).

Yang merayakan Liturgi adalah Kristus dan Gereja. Perayaan liturgi biasanya pada hari minggu, hari raya Paska, Kelahiran dan Kebangkitan Kristus. Lewat liturgi orang dapat mengenang hari raya tersebut, dan merasakannya sampai ke kedalaman iman akan Yesus Kristus.  Pada umumnya Umat Allah telah mengenal pesta-pesta hari raya Paska, untuk memperingati karya agung Allah Penyelamat, berterima kasih kepada-Nya untuk itu, menghidupkannya terus menerus dan mengajarkannya kepada generasi baru, guna menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Berdasarkan tradisi para Rasul yang berasal mula pada hari kebangkitan Kristus sendiri, Gereja merayakan misteri Paska sekali seminggu, pada Hari Tuhan atau Hari Minggu (SC 106). Pada Hari Minggu, perayaan Hari Tuhan erat hubungannya dengan “perjamuan Tuhan”yang merupakan sentrumnya, karena di sana seluruh persekutuan umat beriman menemui Tuhan yang telah bangkit, yang mengundang mereka ke pesta perjamuan-Nya.

 Tempat liturgi dirayakan….

Liturgi dirayakan di “Rumah Allah”,misalnya dalam Gereja atau di “Rumah ibadat”. Gereja atau tempat ibadat harus ada Altar (sebagai lambang perjanjian baru yakni salib Tuhan, meja Tuhan dimana Umat Allah diundang, pusat Gereja dan juga lambang makam dari liturgi Timur). Tabernakel (tempat Sakramen Maha Kudus). Krisma kudus (tempat penyimpanan minyak katekumen dan minyak orang sakit). Takhta (Kursi imam / Uskup). Ambo (tempat untuk pewartaan Sabda Allah dan juga sebagai tempat untuk memimpin doa). Dalam Gereja ada arti eskatologisnya yakni ketika orang masuk melalui satu ambang sebagai lambang penyeberangan dari dunia yang sudah dilukai dosa ke dunia kehidupan baru, ke mana semua manusia dipanggil. Jadi Gereja adalah rumah yang selalu terbuka lebar bagi semua anak Allah.

sumber : Katekismus Gereja Katolik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s